Kadis Kominfo Bagikan Tips Product Branding pada Pelaku UMKM di Desa Rejowinangun

DISKOMINFO Desa Rejowinangun yang dikenal sebagai desa  Sektor Usaha Mikro (UMKM) sejak masa pandemi mangalami berbagai macam masalah, seperti adanya kendala distribusi yang terhambat, permasalahan bahan baku hingga penurunan penjualan yang sangat drastis.

 

Seminar yang dihadiri dari berbagai pengusaha UMKM ini sebagian besar mengalami kesulitan menghadapi perubahan di era digital. Terlepas dari keterbelakangan umur membuat masih sedikit dari pemilik UMKM yang sudah melakukan pemasaran digital.

 

Dihadapan para pemilik usaha UMKM dan Kepala Desa Rejowinangun, ketiga pemateri menjelaskan berbagai hal yang harus dimiliki oleh pelaku UMKM. Dimulai dari Dosen Komunikasi Bisnis UNESA yaitu Dr. Anam Miftakhul Huda, S.Ikom, M.Ikom yang menjelaskan komunikasi bisnis melalui perancangan iklan dengan memanfaatkan social media yang dimiliki sebagai permasalahan paling utama para pelaku UMKM Desa Rejowinangun yaitu modal dan pemasaran.

 

“Jika di media kita harus tahu siapa target pasar kita sehingga kita dapat bagaimana perancangan iklan dengan sesuai.” Ujar Pak Anam.

 

Tidak hanya itu pada kesempatan ini, Bpk Bandar Wirahadi Kusuma, SE, MM dari Dinas UMKM Kab. Blitar juga membantu para pelaku UMKM yang ada di Desa Rejowinangun agar memiliki produk UMKM sesuai dengan ketentuan yang sudah ditetapkan.

 

“Cara yang harus dilakukan sebagai pelaku UMKM pada jaman sekarang adalah bagaimana kemasan itu tampak menarik. Selain kemasan yang emnarik perlu diperhatikan bapak ibu semuanya menegani peraturan terkait perizinan harus ada nip dan pirt.” Ungkap beliau.

Selain pak Bandar, narasumber terakhir yang mengisi seminar kali ini adalah dari Dinas KOMINFO Kab. Blitar yaitu Bpk Eko Susanto, ST, M.Si menjelaskan cara branding suatu produk memalui pembuatan konten yang menarik. Tidak hanya foto produk yang menarik, tetapi juga harus memikirkan caption yang dapat menarik perhatian konsumen.

 

“Tidak hanya foto saja yang perlu bagus dengan menggunakan kamera yang mahal, pakai saja aplikasi edit yang sudah sangat banyak jenisnya, seperti canva yang sudah mempunyai template. Bikin caption yang menarik perhatian konsumen dengan menawarkan promo atau event yang menarik.” Jelasnya.

 

Lebih lanjutnya, Pak Bhagas Wigasto selaku kepala desa menyampaikan bahwa beliau sangat senang dengan adanya seminar ini dapat membantu para pelaku usaha UMKM di desanya dapat terus berkembang terlebih jika dapat mengikuti perkembangan zaman.