KOMINFO. Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar melakukan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di Desa Gembongan Kecamatan Ponggok pada Jum’at (15/02//2019).
Tingginya kasus demam berdarah yang terjadi di kecamatan Ponggok mendorong Dinkes Kabupaten Blitar untuk melakukan pemantauan jentik nyamuk sekaligus memberikan pembinaan kepada kader jumantik terkait PSN.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar dr. Kuspardani memaparkan ada 71 kasus demam berdarah di puskesmas Bacem.
“Kami memeriksa jentik bersama semua perangkat desa, kecamatan, Pokja IV PKK dan Dinas Kominfo Kabupaten Blitar. Melakukan pemeriksaan di tempat-tempat yang masyarakat tidak menyadari tempat bersarangnya nyamuk salah satunya di tumbuhan sekitar rumah.” Paparnya
Ia juga mengungkapkan bahwa 6 sampai 7 sampling pemeriksaan yang dilakukan terdapat 6 masih ditemukan jentik. Untuk itu usai lakukan pemeriksaan jentik pihaknya memberikan pembinaan terhadap kader Jumantik dengan harapan nantinya bisa disampaikan oleh masyarakat secara umum untuk bagaimana melakukan PSN yang benar dan berkelanjutan.
“Masyarakat disarankan melakukan PSN yang benar. Tidak hanya di dalam rumah namun juga di luar rumah yang sering menjadi tempat bersarangnya nyamuk.” Tutur Kuspardani
Kuspardani menambahkan bagi masyarakat yang memiliki bak mandi besar agar mengurasnya dengan cara benar yakni dengan menyikat dinding bak mandi dengan diberi sabun sedikit. Ia juga menegaskan tidak hanya menyikat dinding bak mandi saja namun juga ke pojok-pojok bak mandi.
“Telur-telur nyamuk biasanya menempel di dinding bak mandi, namun masyarakat juga harus memperhatikan pojok bak mandi dan harus disikat dengan bersih.” Ungkapnya
Dinkes Kabupaten Blitar akan terus melakukan pemantauan berkelanjutan di seluruh Kecamatan di Kabupaten Blitar. Harapannya dengan kegiatan PSN tersebut dapat mengurangi kasus DBD yang sering terjadi akhir-akhir ini, namun tanpa adanya kesadaran masyarakat program PSN tidak bisa berjalan dengan baik. (EM)