[prisna-google-website-translator]

Diskominfo Kab. Blitar Ikuti Rapat Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Peternak Melalui Bisnis Online Sistem

  • 0 Comments
  • 08 August 2019

KOMINFO KAB – Dinas Kominfo Kabupaten Blitar mengikuti Rapat Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Peternak Melalui Bisnis Online Sistem dengan tema “Strategi Produksi Distribusi Hasil Peternakan di Era Industri 4.0 Melalui Digitalisasi” yang diselenggarakan oleh Biro Administrasi Sumber Daya Alam Sekretariat Provinsi Jawa Timur di Baobab Safari Resort, Ds. Jatiarjo, Prigen, Pasuruan.

Acara yang dilaksanakan selama 2 hari mulai hari Selasa (06/08/2019) hingga Rabu (07/08/2019) ini turut mengundang perwakilan dari Dinas Komunikasi dan Informatika (DISKOMINFO) dan Dinas Peternakan (DISNAKAN) yang ada di seluruh Kabupaten / Kota di Jawa Timur, serta menghadirkan 4 narasumber diantaranya dari Kasubdit Pengembangan Ekonomi Digital Pertanian dan Perikanan Kemenkominfo, Wijayanto, Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, Kusdiyarto, Chief Executive Bumi Peternakan Wahyu Utama, Joko Utomo dan Founder sekaligus CEO Ternaknesia, Dalu Nuzlul Kirom.

Acara ini dibuka oleh Kepala Biro Administrasi Sumber Daya Alam Sekretariat Provinsi Jawa Timur, Nur Kholis. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa indikator kinerja utama dari acara ini adalah Index Pembangunan Manusia, dimana mengandung unsur kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan. Dalam hal ini kesejahteraan peternak dapat meningkat seiring dengan meningkatkannya kemampuan teknologi informasi bagi pelaku peternak.

Kasubdit Pengembangan Ekonomi Digital Pertanian dan Perikanan Kemenkominfo, Wijayanto dalam paparannya, Penetrasi pengguna internet berdasarkan pekerjaan di bidang pertanian saat ini berada paling bawah dikarenakan didominasi oleh kalangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang usianya sudah tidak produktif. Dengan demikian, Dinas Komunikasi dan Informatika selaku sektor utama diharapkan dapat memberdayakan teknologi untuk men-digitalisasikan sektor peternakan supaya dapat bersinergi dan memberikan dampak positif terhadap sektor lain terutama pertanian, perkebunan dan perikanan.

Sedangkan dari Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, Kusdiyarto, bahwa kebijakan pengembangan peternakan di Jawa Timur perlu dilaksanakan dengan melakukan sinergritas antar OPD terkait untuk menunjang terlaksananya sistem peternakan yang saling terintegrasi dan tentunya menjadikan nilai tambah baik dari segi pengembangan, pengelolaan dan pemasaran.

Chief Executive Bumi Peternakan Wahyu Utama, Joko Utomo, memaparkan kisah suksesnya sebagai pelaku peternak, dalam pelaksanaanya Ia menjabarkan pelaku peternak menjadi sub bagian diantaranya pelaku budidaya, pemasok makanan, pengolahan dan pemasaran yang kemudian dari penjabaran tersebut dicarilah mitra untuk diajak bekerjasama. Dalam strateginya Ia juga menegaskan bahwasannya usaha yang dilakukannya jangan sampai membuat pelaku peternak merasa dirugikan.

Sementara itu, Founder dan CEO Ternaknesia, Dalu Nuzlul Kirom dalam paparannya untuk men-digitalisasi diperlukan suatu kajian mengenai segala aspek permasalahan peternakan dari hulu sampai hilir, untuk dicarikan solusinya yang kemudian dijabarkan menjadi data-data yang nantinya dijadikan konten dalam sebuah platform aplikasi untuk mempermudah penyampaian informasi dari satu pihak ke pihak lain. Ia juga menegaskan bahwasannya segala sesuatu yang bisa di nalar dengan logika pasti bisa diwujudkan.

Dengan terlaksananya acara ini tentunya peternak sebagai pelaku di industri peternakan diharapkan dapat membuat segala sesuatunya menjadi lebih cepat, smart dan efisien sehingga mendorong para peternak terutama di Kabupaten Blitar untuk lebih kreatif, inovatif, mandiri dan sejahtera.