[prisna-google-website-translator]

Kerjasama dan Koordinasi Syarat Terwujudnya Smart City

  • 0 Comments
  • 18 July 2019

Jakarta – Rabu, 17 Juli 2019, dalam rangkaian acara Indonesia International Smart City Expo & Forum (IISMEX) 2019 di Jakarta Convention Center (JCC), digelar diskusi panel forum kementerian sesi II, dimana menghadirkan 4 narasumber masing-masing dari Kementerian Luar Negeri, KemenPan RB, Kementerian PU, dan Kementerian Perhubungan. Tema Diskusi Panel tersebut adalah “Memperkuat Kerjasama dan Koordinasi untuk Membangun Kota Cerdas, Aman dan Berkelanjutan.”

Dalam diskusi tersebut, narasumber kementerian luar negeri menyampaikan bahwa program smart city harus digodok secara maksimal dan perlu dilakukan sinergi antar kementerian maupun lembaga. Sedangkan nara sumber dari Kementerian PAN RB, Rini Widyanti menyampaikan, kehadiran Perpres SPBE memberikan pedoman tata kelola pemerintahan berbasis elektronik, meminimalisir aplikasi-aplikasi bersifat umum untuk terus-menerus dibangun. Fokus utama SPBE adalah G2G (Government to Government), dimana Kemen PAN RB sangat focus pada aplikasi-aplikasi yang bersifat umum diantaranya e-office, e-planning, e-budgeting, dan e-monev. Aplikasi-aplikasi umum inilah yang seharusnya bias dipergunakan secara berbagi pakai tanpa tiap-tiap kementerian, lembaga, pemprov, maupun pemda melakukan pengadaan.

Edward Abdurrahman dari Kementerian PU menyampaikan, best practice smartcity telah dilakukan Kementerian PU melalui penyiapan program pembangunan perkotaan, perencanaan penelaahan program pembangunan dengan efisien dan efektif. Kementerian PU melakukan jemput bola dengan melakukan FGD ke daerah-daerah dimana ini akan mengurangi pengeluaran daerah dalam melakukan koordinasi ke kementerian di Jakarta. Kementerian PU juga mencanangkan penggunaan gedung yang efisien dan ramah lingkungan melalui program green building.
Sementara itu Gede Pasek Suhardika dari Kementerian Perhubungan menyampaikan bahwa untuk mewujudkan pembangunan transportasi yang cerdas, selamat dan berkelanjutan dibutuhkan peran teknologi informasi dalam bidang perhubungan. Selain itu, untuk mewujudkan smart environment secara sustainabille, Kementerian Perhubungan telah menginisiasi mobil listrik.