SELURUH SAWAH YANG DITANAMI PADI BERPOTENSI BESAR TERKENA HAMA WERENG

  • 0 Comments
  • 22 March 2017

Blitar – Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Blitar Eko Priyo Utomo mengatakan ratusan hektare tanaman padi di Kabupaten Blitar saat ini terancam mengalami penurunan produksi karena diserang hama wereng. Hama Wereng menyerang tanaman petani sejak awal bulan Februari lalu. Eko menegaskan, meskipun saat ini persawahan milik warga yang berada di wilayah Barat Kabupaten Blitar yang tengah diserang hama wereng, namun tidak menutup kemungkinan persawahan milik warga yang ditanami padi juga berpotensi besar bisa diserang hama wereng ini. Sehingga ia memastikan tidak ada daerah rawan hama wereng atau tidak. Menurut Eko saat ini tengah fokus dilakukan adalah melakukan pendataan total tanaman yang terserang hama Wereng dan penanganan hama Wereng agar tidak terus menyebar.. Selain itu pihaknya juga sudah menugaskan beberapa tim untuk melakukan pemantauan pengendalian dan pemberantasan hama Wereng yang terdiri dari Mantri Tani, petugas lapangan dan pengamat hama dimana mereka ditugaskan di setiap Kecamatan dan setiap harinya mereka wajib melaporkan kondisi persawahan warga ke Dinas Pertanian dan Pangan. Eko mengatakan, ia juga sudah mengajukan permintaan pestisida kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mengatasi persoalan ini.

Sementara itu, Komisi II DPRD Kabupaten Blitar meminta Dinas Pertanian dan Pangan serius menanggulangi hama Wereng. Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Blitar Mujib mengatakan pihaknya telah melakukan sidak kebeberapa lahan pertanian di Kabupaten Blitar seperti di Kademangan dan Sutojayan yang terserang hama Wereng. Menurut Mujib selain memberikan bantuan pestisida Dinas Pertanian dan Pangan juga perlu memberikan sosialiasasi kepada para petani untuk menanggulangi hama Wereng dengan cara yang pas karena saat ini ada petani yang menggunankan Pestisida tetapi ada juga yang tidak yang akhirnya membuat hama Wereng hanya berpindah tempat saja. Mujib mengaku upaya pencegahan perlu dilakukan sejak awal karena saat ini kondisi tanaman padi sudah mulai berisi jika tidak ditangani dengan baik penurunan produksi bisa semakin besar .(RIZ-Diskominfo)